Terbaru :

Syi'ah Irak Memvonis Hukuman Gantung Atas Dua Khalifah Umawiyah!

[Dengki atau Dungu? Ini Fakta, Bukan Canda]



Assosiasi Pengacara Syi'ah-iraq di Kota Najaf menggelar pengadilan atas dua Khalifah Umawiyah yang telah wafat sekitar 1313 tahun silam.  Mereka menuduh dua Khalifah tersebut terlibat dalam pembunuhan Zaid ibn Ali Zainal Abidin –rahimahumallahu 'Ta'ala. Kemudian mahkamah memvonis hukuman gantung sampai mati atas dua khalifah tersebut.

Mahkamah ini digelar di Aula Kufah University, menghadirkan tiga hakim, seorang jaksa penuntut umum, pengacara, dan terdakwa(?). Tertuduh adalah Khalifah Hisyam ibn Abdul Malik dan Khalifah Walid ibn Yazid.

***
Dengan Pegadilan yang dungu ini, kaum Syi'ah mengira mereka  telah menunaikan hak wajib mereka atas Imam Zaid Ibn Ali Zainal Abidin. Namun ternyata faktanya 100% bertolak belakang.  Buktinya:
1.       Syi'ah Imamiah Rafidhah, tidak mengakui Imamah(keimaman) Zaid ibn Ali ib Husein. Karena inilah mereka disebut Rafidhah/penolak, sedang pengikut Imam Zaid disebut Zaidiyah.
Imam Zaid ibn Ali Zainal Abidin menggelari Syi'ah Imamiyah dengan "Rafidhah" sebab mereka menolak sikap dan ajakan beliau untuk menghormati sahabat Rasulullah; Abu Bakar dan Umar. (Gharib al-Hadits Fii Bihar al-Anwar, bab Ra' dan Fa')
2.       Syi'ah Imamiah sengaja menuduh Imam Zaid sebagai pemabuk, yang mereka jadikan bukti kuat untuk menolaknya sebagai Imam.
Dari Hanan ibn Sudair ia berkata: "Aku duduk di samping Hasan ibn al-Hasan, maka datanglah Sa'id ibn Manshur salah seorang pemimpin Zaidiyah. Hasan bertanya: Apa pendapatmu tentang "nabiz"? Sa'id menjawab: Kami melihat Zaid ibn Ali meminumnya. Hasan menimpali: Aku tidak percaya jika Zaid meminum yang memabukkan?! Sa'id berkata: benar, dia meminumnya. Maka Hasan berkata: Jika benar, maka Zaid bukanlah Nabi bukan pula washiy(penerima wasiat) dari Nabi, dia hanyalah salah seorang dari umat Muhammd. (Rijal al-Kissyi, riwayat Sa'id ibn Manshur)
3.       Syi'ah Imamiah mengkafirkan Syi'ah Zaidiyah.
Husein al-Syakiri, salah seorang marji' Syi'ah menulis: "Para pengingkar kenabian Nabi Muhammad; Zaidiyah, Jarudiyah, Isma'iliyah, Fathhiyah, Waqifiyah, dan sekte sesat lainnya baik yang telah hilang maupun yang masih bertahan. Dari sudut pandang akidah yang benar, mereka semua telah mengingkari keimaman Ali, bahkan kenabian Muhammad. Ini didukung oleh pernyataan Imam terdahulu: Barang siapa mengingkari seorang (imam) yang hidup, berarti ia mengingkari semua yang telah wafat. (Kitab an-Nahlah al-Waqifah, h. 83-84).
Semua fakta ini menunjukkan bahwa "Pengadilan terdungu" di dunia ini hanyalah sandiwara.  Mereka hanya ingin membuat sensasi, selain menggaet golongan Syi'ah lainnya agar merapat ke barisan Rafidhah Majusi. Fakta sejarah membuktikan Syi'ah Irak kembali mengkhianati Zaid ibn Ali ibn Husein, sebagaimana mereka dulu mengkhianati kakeknya di tempat yang sama.

Sepertinya penyakit ini, (baca "Khianat") tidak akan bisa hilang dari Syi'ah Irak, atau mungkin Allah Ta'ala telah mengabulkan do'a dari Husein, yang telah mendo'akan kehancuran bagi mereka dan agar tiada pemimpin manapun yang simpati pada mereka.


Author

Written by Ahfad ‘Umar

محبي الصحابة و آل البيت الكرام

0 komentar: