Terbaru :

KETEGARAN MUSLIM VS KELICIKAN SYI'AH

Sobat, seorang muslim sejatinya jujur, tegar, dan sabar dalam mengahdapi berbagai ujian maupun cobaan. 

Sebaliknya, orang munafik atau zindik biasanya bicaranya keras, oratornya ganas, tapi hatinya lemah selemah sarang laba-laba(Syi'ah tempoe doeloe).

Namun, Syiah sekarang telah mampu berevolusi dari orang-orang berhati lemah menjadi orang-orang berhati licik, jahat, dan pendendam.

Lihatlah Syi'ah ketika mereka minoritas seperti di Sampang Indonesia. Ketika berani mengacau, kemudian diberi pelajaran oleh masyarakat, mereka malah menjerit sekeras-kerasnya sampai kedengaran ke PBB. Kasus yang sama terjadi di Qatif, Saudi Arabia, sampai saat ini mereka tak henti-hentinya berpura-pura mengerang kesakitan.

Sebaliknya, jika jumlah mereka hampir menyamai jumlah kaum muslimin seperti di Kuwait, atau berimbang seperti di Bahrain dan Irak, atau berkuasa seperti di Suria, atau mayoritas dan berkuasa seperti di Iran..., Maka mereka bagai tukang jagal yang siap memenggal kepala siapa saja yang dia kehendaki.

Inilah kelicikan Syi'ah, baik di Indonesia dan di manapun mereka berada. Barangkali sepuluh atau dua puluh tahun ke depan kondisi sangat berbeda, jika kita tidak segera mencegah berkembangnya kanker ganas ini.

Sekarang pemerintah Indonesia mengasihi Syi'ah, mereka tak sadar bahwa Syi'ah seperti serigala, sekarang dipelihara, besok dia menerkam tuannya.

Alangkah tegarnya saudara-saudara kita di Ahwaz, Blosistan, dan daerah2 -Iran, di Irak, juga di Suria. Siksaan demi siksaan, pembunuhan, kezaliman yang telah berlalu tahunan atau mungkin puluhan tahun, bisa mereka hadapi dengan ketabahan. Karena mereka yakin, kebenaran pasti menang, dan kebatilan takkan bertahan.

https://www.facebook.com/pages/Dukung-MUI-Keluarkan-Fatwa-Syiah-Sesat-Dan-Haram-Di-Indonesia/221268711229604

Author

Written by Ahfad ‘Umar

محبي الصحابة و آل البيت الكرام

0 komentar: