Terbaru :

Sunni Dalam Pandangan Syi’ah Rafidhah (1)

Mungkin kebanyakan kita telah menyaksikan sebuah rekaman video muktamar Syi’ah di kota Nejf, salah satu kota suci Syi’ah di Iraq. Dalam rekaman tersebut imam mereka “Muqtada Ash-Shadr” menyebutkan suatu pengakuan yang sangat aneh bagi para pemeluk Syi’ah sedunia yaitu pengakuan terhadap sahnya kekhalifahan Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman radhiyallahu ‘anhum serta mendoakan mereka dengan doa “radhiyallahu ‘anhum”.

Nah, setelahnya ada komentar dari salah seorang Syaikh mereka yang kemudian mengkafirkan Muqtada Ash-Shadr dari barisan Syi’ah hanya karena ia telah mengakui kekhilafahan Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman dan menjadikan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum sebagai khalifah keempat disalah satu kota suci mereka “Nejf”.

Namun pengakuan Muqtada AshShadr diatas , saya pribadi anggap sebagai sebuah taqiyah (baca ; kedustaan dan penipuan) sebab Muqtada Ash-Shadr adalah imam yang paling getol memerintahkan pasukannya “Jaisyul-Mahdi” untuk membantai ribuan Sunni Iraq, apalagi saat itu ia sendiri tengah menyerukan adanya taqrib Sunni Syi’ah, jadi tentu membutuhkan taqiyah tersendiri. Dan ini bukan hal yang menarik soalnya “bukan rafidhah kalau tidak berdusta” karena taqiyah (baca ; kedustaan) bagi mereka adalah suatu ibadah yang mencakup Sembilan per Sepuluh dari agama Syi’ah Rafidhah.

Tapi yang menarik adalah pengkafiran seorang Syaikh mereka terhadap Muqtada Ash-Shadr hanya karena ia “berpura-pura” mengakui kekhalifahan Abu Bakr dan ‘Umar radhiyallahu ‘anhum, walaupun juga kita tidak yakin apakah pengkafiran itu memang benar adanya atau hanya sebuah taqiyah lagi ??! Allaahu A’lam. Oleh karena itu, kali ini kita akan sedikit menukil pandangan Syi’ah terhadap orang-orang yang mengakui kekhalifahan Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman radhiyallahu ‘anhum dan lebih mengutamakan mereka dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu. Apakah pandangan mereka sama dengan pandangan Syaikh tersebut yaitu “kekafiran” ataukah tidak lebay-lebay amat ?! mari menyimak 2 komentar ulama rujukan mereka Al-Majlisi dan Ni’matullah Al-Jazairi.

1. Dalam Kitab Bihaarul-Anwaar, Imam mereka Al-Majlisi berkata : “Ketahuilah bahwasanya label syirik dan kafir terhadap orang yang tidak mengakui imamah/kepemimpinan ‘Ali dan para imam (11) setelahnya dari kalangan keturunannya, serta lebih mengutamakan selain mereka (baca ; Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman –pent) maka ini menunjukkan bahwa mereka kekal dalam neraka”.

Dari Ucapan Al-Majlisi ini kita bisa menyimpulkan beberapa poin :

1. Orang yang tidak mengakui keimamahan 12 imam mereka maka ia dilabeli sebagai musyrik dan kafir, sebab meyakini keimamahan mereka adalah sebuah akidah, dan merupakan salah satu dari rukun imannya mereka. Bagi mereka, tidak sah iman seseorang kecuali harus beriman dengan keimamahan 12 imam ini.

2. Orang yang mengutamakan Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman daripada ‘Ali dan keturunan beliau, maka ia juga dilabeli kafir dan musyrik serta kekal dalam neraka.

Sebuah pertanyaan “lalu siapakah yang Al-Majlisi maksudkan dalam ucapannya diatas?”, Jawabannya tentu Kaum Sunni karena mereka memang tidak mengakui adanya 12 Imam Syi’ah, selain 12 orang tersebut tidak semuanya bahkan kebanyakannya bukanlah Imam, juga mereka tidak percaya dengan adanya imam ke 12 yang hilang dan akan muncul lagi diakhir zaman untuk membasmi Ahli Sunnah. Juga kaum Sunni lah yang lebih mengutamakan Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman ketimbang ‘Ali.

2. Ulama besar mereka; Ni’matullah Al-Jazairi berkata dalam kitabnya Al-Anwar An-Nu’maniyyah (206-207) ketika menyifati kaum Sunni : “Sesungguhnya mereka (kaum Sunni) adalah orang-orang kafir lagi najis sesuai ijma’/kesepakatan seluruh Syi’ah Imamiyah, dan bahwasanya mereka (Ahli Sunnah) lebih buruk daripada kaum Yahudi dan Nasrani, dan bahwasanya diantara alamat Nashibi (pembenci Ahli Bait) adalah mengutamakan selain ‘Ali atas ‘Ali dalam perkara Imamah”.

Dari ucapannya, kita simpulkan beberapa poin ;

1. Menurut kesepakatan Syi’ah Imamiyah; kaum Sunni adalah kafir lagi najis.

2. Kaum Sunni lebih buruk dan kafir daripada Yahudi dan Nasrani.

3. Diantara alamat Nashibi; lebih mengutamakan selain ‘Ali daripada ‘Ali.

4. Nashibi dalam kamus Syiah Rafidhah Imamiyah adalah golongan Ahli Sunnah, karena mereka lebih mengutamakan Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman, walaupun tetap mengakui keutamaan ‘Ali radhiyallahu ‘anhu.

Kesimpulannya; “Jika demikian, berarti saya, anda, dan kita semua adalah kafir musyrik najis dan kekal dalam neraka –menurut agama Rafidhah–. Na'udzu billaahi min ‘adzaabinnaar”.

Dan kita hanya bisa katakan “Kalau tuduhan kafir musyrik najis dan kekal dalam nereka ini” tidak benar maka tentu tuduhan tersebut akan kembali kepada sang penuduh sendiri sebagaimana dalam Hadits Bukhari Muslim.



Author

Written by Ahfad ‘Umar

محبي الصحابة و آل البيت الكرام

0 komentar: