Terbaru :

Kemuliaan Karbala Di Mata Syi’ah

Tanah Karbala merupakan tanah yang sangat suci menurut sekte Syi’ah Rafidhah. Mungkin karena ditempat inilah Husein radhiyallahu ‘anhu terbunuh atau –menurut keyakinan mereka– diatas tanah inilah jasad beliau terkubur.

Padahal menurut kita –Ahli Sunnah– kuburan Husein tidak bisa dipastikan dimana tepatnya berada karena begitu banyak kuburan yang diklaim sebagai kuburan Husein, makanya tidak aneh kalau kita melihat mereka selalu membawa tanah karbala kemana-mana agar bisa sujud diatasnya ketika Shalat.

Namun yang sangat mengherankan juga adalah keyakinan mereka bahwa tanah karbala lebih suci dan agung daripada Ka’bah. Padahal dalam Islam, tempat yang paling utama dan suci adalah Ka’bah di Makkah Mukarramah sebagaimana dalam Al-Qur’an:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah (‘ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam” {QS Aali ‘Imran, Ayat 96}. Dan ini adalah sesuai kesepakatan ‘Ulama Ahli Sunnah.

Untuk lebih mengetahui keutamaan karbala versi Syi’ah, maka inilah sebagian ucapan para ulama Syi’ah dalam kitab-kitab mereka.

1. Ka'bah dan Masjidilharam tidak akan tercipta kalau bukan karena Karbala.

Dalam Kitab Rujukan Syi’ah; Bihaarul-Anwaar karya Ulama popular mereka Al-Majlisi menyebutkan sebuah riwayat: “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada Ka’bah : “Kalau bukan karena tanah karbala Aku tidak akan menciptakanmu dan juga tidak akan menciptakan rumah (Masjidil-Haram) yang Aku banggakan…”

2. Karbala lebih utama dan suci dari semua tempat diatas bumi termasuk Ka'bah.

3. Karbala merupakan tanah Allah yang penuh berkah dan taat kepada Allah.

4. Tanah Karbala mengandung obat dan kesembuhan.

Poin ke 2, 3, dan 4 disebutkan oleh ulama mereka As-Sayid Al-Kasani dalam kitabnya Mashabihul-Janan; “Adapun keutamaan Karbala atas semua tanah termasuk Ka’bah maka tidak diragukan lagi bahwa tanah karbala adalah tanah yang paling suci dalam Islam berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak ia telah diberikan keutamaan dan keagungan yang lebih banyak daripada tanah lainnya. Jadi ia (karbala) adalah tanah Allah yang suci lagi berkah, tanah Allah yang taat lagi tawadhu’, dan tanah Allah yang tanahnya mengandung kesembuhan. Sesungguhnya keistimewaan ini serta keistimewaan-keistimewaan lainnya yang terkumpul dalam tanah karbala tidak pernah ada dalam tanah manapun di bumi ini termasuk Ka’bah.”

5. Menziarahi Karbala dan Kubur Husein radhiyallahu ‘anhu lebih utama daripada puluhan kali Haji dan Umrah.

Dalam Kitab Rujukan Syiah; Furu’ul-Kaafi (1/324) disebutkan: “Bahwasanya menziarahi kubur Husein menyamai pahala 20 kali haji, bahkan lebih utama daripada ibadah Haji dan Umrah 20 kali.”

Bahkan dalam kitab mereka Tsawaabul-A’maal (52) : “Ziarah kubur husein lebih utama daripada 80 kali Haji.”

Dalam kitab Wasail Asy-Syi’ah (10/352) bahwa ia lebih utama daripada 100 kali Haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan dihalaman 353 bahkan disebutkan pahalanya menyamai pahala 1000 Haji yang maqbul, 1000 Umrah yang mabrur, pahala 1000 syahid dari Syuhada Perang Badar, pahala 1000 orang puasa, 1000 sedekah . Pahala yang sangat besar ini juga disebutkan dalam kitab mereka Kaamil Az-Ziyaaraat (143) dan Bihaarul-Anwaar (10/16).

6. Menghadap kubur Husein (di Karbala) ketika Shalat sama saja dengan menghadap Kiblat (Ka'bah di Makkah).

Dalam Kitab Bihaarul-Anwaar, Al-Majlisi berkata: “Sesungguhnya menghadap ke kubur Husein (ketika Shalat) merupakan suatu keharusan, walaupun tidak pas dengan arah Kiblat (Ka’bah), karena kubur Husein adalah dimana Wajah Allah ada yaitu arah yang Dia perintahkan untuk menghadap kearahnya dalam keadaan seperti itu (‘ibadah).”

7. Bolehnya memakan tanah Kubur Husein radhiyallahu ‘anhu.

Banyak diantara ulama Syi’ah berfatwa tentang bolehnya memakan tanah kubur Husein. Fatwa ini biasanya mereka letakkan dalam kitab-kitab mereka dibawah pembahasan bab hukum-hukum makanan dan minuman. Dan diantara makanan yang mereka bolehkan bahkan sunatkan adalah tanah kubur Husein. Diantara ulama besar Syiah yang berfatwa seperti ini adalah;

- Al-Khumaini dalam kitabnya Tahriirul-Wasiilah.
- Ali As-Sistani dalam kitabnya Minhaaj Ash-Shaalihiin.
- Abul-Qasim Al-Khu’i dalam kitabnya Minhaaj-Ash-Shalihiin.

Diakhir kata, khurafat syiah yang seperti ini telah dibantah sendiri oleh Al Quran Surat Aali ‘Imran Ayat 96 di atas. Dan cukuplah tanggapan kita terhadap kata-kata ngawur ulama mereka dengan menukil Firman Allah Ta’ala :

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ

“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah, dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya? Bukankah di neraka jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir?” {QS Az-Zumar 32}.



Author

Written by Ahfad ‘Umar

محبي الصحابة و آل البيت الكرام

0 komentar: